TUGAS KOMUNIKASI BISNIS
NAMA
:
RISTI NABILLA
KELAS : 4EA26
NPM
: 19214528
TUGAS 1 :
Mencari contoh – contoh bentuk komunikasi bisnis.
Bentuk Komunikasi Bisnis Secara Umum
Di dalam dunia usaha atau
bisnis, komunikasi merupakan unsur terpenting agar mencapai tujuan dalam usaha
tersebut dengan baik dan sesuai harapan. Seperti halnya seorang pemimpin
perusahaan yang memerintahkan ke mitra kerja ketika ia membutuhkan surat
pengadaan barang, pengajuan barang, atau hal yang lainnya. Itulah proses
komunikasi bisnis yang terjadi dalam dunia bisnis.
Sederhananya, komunikasi bisnis
merupakan suatu bentuk komunikasi yang digunakan di dalam dunia bisnis baik
dalam bentuk verbal maupun dalam jenis non verbal. Berikut ini penjelasan dari komunikasi
bisnis ini.
Bentuk Bentuk Komunikasi
Bisnis
Dalam dunia bisnis, komunikasi
bisnis memiliki dua bentuk yang lazim yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam
berkomunikasi. Dua bentuk ini yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non
verbal. Berikut ini penjelasannya.
A. Komunikasi Verbal
Diambil dari kata dasarnya yaitu
‘verbal’, komunikasi verbal ini menggunakan satu kata atau lebih. Dalam dunia
bisnis, bentuk komunikasi verbal ini digunakan baik secara tertulis maupun
secara lisan dengan struktur dan terorganisasi dengan baik dalam menyampaikan
pesan atau informasi kepada komunikan atau penerima pesan.
Dalam dunia bisnis, umumnya
bentuk komunikasi verbal ini digunakan ketika sedang rapat, seminar, atau yang
lainnya yang berhubungan dengan operasional perusahaan. Namun, kekurangan dari
komunikasi verbal jika tidak dikuasai dengan baik maka akan timbul berbagai hal
yang di antaranya:
- Keterbatasan Kata
Biasanya beberapa hal seperti
benda, orang, atau sesuatu hal lain yang belum bisa disampaikan dengan
menggunakan kata atau bahasa verbal. Sehingga komunikasi verbal pun tidak
berjalan dengan baik dan lancar.
- Kata Ambigu
Setiap individu memiliki
pemikiran masing-masing. Hal inilah yang membuat bahasa verbal menjadi bahasa
yang dapat menimbulkan ambiguitas. Seperti halnya berkata ‘Orang itu tampan’.
Belum tentu orang lain menganggap bahwa orang itu tampan. Sehingga orang lain
akan menganggap bahwa orang itu tampan sifat dan hatinya.
- Kata Bias
Umumnya, kata-kata yang bias ini
menyangkut soal budaya dari daerah tertentu. Seperti halnya suatu bahasa dari
Jawa akan berbeda maknanya jika diartikan dalam bahasa Sunda. Contoh, orang
mengatakan kata ‘gedhang’. Dalam bahasa Jawa, kata tersebut berarti ‘pisang’,
sedangkan bahasa Sunda mengartikan bahwa kata itu adalah ‘pepaya’.
- Percampuran Fakta
Komunikasi verbal dalam
komunikasi bisnis ini sering terjadi percampuran fakta dan makna. Sehingga akan
timbul pesan atau informasi yang baru dan bisa saja tidak sesuai dengan
informasi atau pesan yang sebenarnya.
B. Komunikasi Non-Verbal
Komunikasi non verbal ini
merupakan bentuk komunikasi yang berlangsung menggunakan bahasa tanda, simbol,
dan tubuh. Namun, simbol atau tanda-tanda tersebut dapat memberikan pelukisan
atau deskripsi apa yang disampaikan. Namun, komunikasi non verbal ini hanya
bisa dilakukan secara lisan. Kecuali pada sandi morse yang merupakan bahasa non
verbal, melainkan menggunakan metode tertulis.
Perlu diperhatikan, bahwa kedua
bentuk komunikasi tersebut memiliki hubungan yang erat dalam dunia bisnis,
khususnya dalam komunikasi bisnis. Kedua bentuk tersebut akan saling menjalin
dan melengkapi satu sama lain. Ketika bahasa verbal tidak bisa disampaikan,
maka bahasa non verbal yang berperan, dan juga sebaliknya.
Jenis Komunikasi Bisnis
Di dalam ilmu komunikasi,
komunikasi bisnis dibedakan menjadi beberapa bentuk berdasarkan penyampaian,
perilaku, ruang lingkup, aliran komunikasi, peran individu, dan jumlah peran.
Berikut ini penjelasannya.
A. Komunikasi Bisnis Menurut Penyampaiannya
Komunikasi sangatlah penting
dalam kehidupan sehari-hari, walaupun tidak semua terampil dalam berkomunikasi.
Berdasarkan penyampaiannya, komunikasi dibedakan menjadi 2 yaitu:
- Komunikasi Lisan
Komunikasi lisan merupakan
metode komunikasi yang dilakukan secara langsung tanpa adanya batas dari jarak
atau dilakukan secara bertatap muka. Komunikasi lisan ini pun dibedakan menjadi
dua macam yaitu:
- Komunikasi Verbal yang disampaikan menggunakan kata-kata atau dengan bahasa.
- Komunikasi non verbal yang disampaikan menggunakan tanda-tanda, simbol, bahasa tubuh, wajah, nada bicara, hingga penekanan kalimat.
- Komunikasi Tertulis
Secara singkat, komunikasi
tertulis ini dilakukan dengan metode tulisan. Umumnya, komunikasi tertulis ini
contohnya seperti surat, naskah, blangko, dan lain sebagainya yang tujuannya
adalah menyampaikan pesan atau informasi. Dalam komunikasi bisnis, komunikasi
tertulis ini sering digunakan ketika mereka mengadakan perjanjian, mengirim
surat permintaan barang, dan lain sebagainya.
Dalam komunikasi tertulis ini
alangkah baiknya dibaca terlebih dahulu sebelum disampaikan ke komunikan atau
si penerima pesan. Karena komunikasi tertulis ini lebih mengandung resiko yang
lebih besar dibandingkan dengan komunikasi lisan. Terkecuali jika komunikasi
lisan ini terekam. Sehingga, komunikasi tertulis ini perlu dibuat dengan bahasa
yang mudah dan aman.
B. Komunikasi Bisnis Menurut Perilaku
Berdasarkan perilaku, komunikasi
ini terjadi secara otomatis, sehingga dapat dikatakan bahwa jenis komunikasi
ini juga dipengaruhi oleh adanya situasi dan kondisi dari individu baik
komunikator maupun komunikan. Selain itu, komunikasi bisnis menurut perilaku
ini juga dipengaruhi oleh situasi lingkungan dan atmosfer sekitar.
Komunikasi bisnis menurut
perilaku dibedakan menjadi beberapa jenis yang di antaranya:
- Komunikasi Formal
Komunikasi formal ini merupakan
jenis komunikasi yang tertata benar sesuai dengan kaidah suatu kebijakan
ataupun EYD. Umumnya, komunikasi formal ini sebagian besar bersifat
kolerasional keluar atau ke dalam dari vitalitas potensi-potensinya. Nah,
korelasi tersebutlah yang membedakan makna dan sifat dari subyek ataupun obyek
komunikasi. Pada komunikasi bisnis, komunikasi formal ini terjadi ketika berada
di situasi rapat perusahaan, konferensi, seminar, atau hal-hal lain yang
bersifat resmi dan formal.
Komunikasi informal ini
merupakan komunikasi yang sifatnya desas-desus atau belum pasti sumber
komunikasinya. Nah, desas-desus inilah yang sering mengalami tumpang tindih
dengan beberapa hal yang lain. Dengan kata lain, komunikasi informal ini akan
dapat memberikan sumbangsih beberapa informasi yang belum tahu kebenarannya.
Sederhananya, komunikasi informal ini merupakan intermezzo dari suatu
komunikasi yang formal untuk meringankan pembicaraan, ketika pembicaraan mulai
tegang dan memuncak.
Namun, walaupun komunikasi
informal ini dinilai bersifat desas-desus, komunikasi informal ini memiliki
peranan penting dalam suatu perusahaan atau dalam komunikasi bisnis, yang di
antaranya:
- Pemuasan kebutuhan karyawan dan atau pimpinan.
- Menyegarkan suasana yang tegang dan monoton.
- Pemberian sugesti terhadap perilaku individu dalam hubungan kerja.
- Komunikasi Non-Informal
Komunikasi non-informal ini
biasanya digunakan saat waktu renggang atau santai. Umumnya, komunikasi jenis
ini digunakan oleh individu yang kedudukan jabatannya sama. Seperti halnya
karyawan dengan karyawan.
C. Komunikasi Bisnis Menurut Ruang Lingkup
Berdasarkan ruang lingkup,
komunikasi bisnis ini dibedakan menjadi beberapa jenis di antaranya:
Komunikasi internal ini
merupakan jenis komunikasi yang terjadi di dalam suatu lingkungan perusahaan
atau organisasi bisnis. Dalam komunikasi internal ini dibedakan menjadi 3 macam
yang di antaranya:
- Komunikasi Horizontal yang merupakan komunikasi yang terjadi antar anggota staff. Umumnya, komunikasi jenis ini berlangsung secara tidak formal.
- Komunikasi Vertikal yang merupakan komunikasi yang terjadi antara pimpinan dengan staff. Contoh komunikasi ini seperti teguran, pujian, atau sebagainya.
- Komunikasi Diagonal yang merupakan komunikasi yang terjadi antara pimpinan dengan orang yang tidak berkedudukan yang sama.
- Komunikasi Eksternal
Komunikasi ektsernal ini terjadi
antara anggota perusahaan dengan individu luar perusahaan. Umumnya, komunikasi
ini terjadi pada pimpinan perusahaan kepada audiensi di luar kepimimpinannya.
Komunikasi eksternal ini dapat berbentuk:
- Eksposisi, pameran, promosi, dan publikasi.
- Konferensi pers.
- Siaran radio, televisi.
- Bakti sosial atau pengabdian.
- Simulasi atau penyuluhan.
D. Komunikasi Bisnis Menurut Aliran Informasi
Informasi atau pesan merupakan
unsur penting dalam proses komunikasi bisnis. Informasi atau pesan dalam
komunikasi bisnis inilah yang menentukan macam-macam komunikasi. Dalam
komunikasi bisnis menurut aliran informasi ini dibedakan menjadi beberapa jenis
di antaranya:
- Komunikasi Satu Arah
Komunikasi satu arah atau simplex
merupakan jenis komunikasi yang terjadi dalam satu pihak saja. Umumnya,
komunikasi ini terjadi ketika berada di situasi atau kondisi darurat. Sehingga
jenis komunikasi ini bersifat mendadak.
Komunikasi dua arah ini
merupakan jenis komunikasi yang menimbulkan timbale balik atau feedback, yang
mana komunikasi ini akan saling menguntungkan dari kedua belah pihak, baik komunikator
maupun komunikannya.
- Komunikasi Ke Atas
Komunikasi ke atas ini merupakan
jenis komunikasi yang terjadi adanya komunikasi antara pegawai ke pemimpin
perusahaan atau ke individu yang jabatannya lebih tinggi.
- Komunikasi Ke Bawah
Komunikasi ke bawah ini
kebalikan dari komunikasi ke atas, yaitu komunikasi yang terjadi pada pemimpin
perusahaan ke pegawainya.
- Komunikasi Ke Samping
Sama halnya dengan komunikasi
dua arah, namun pada komunikasi ke samping ini terjadi pada dua individu yang
memiliki kedudukan atau jabatan yang sama.
Itulah jenis-jenis komunikasi
bisnis yang perlu kita pahami. Namun dari sekian banyak jenis komunikasi bisnis
di atas, mereka masih memiliki dua bentuk komunikasi yang sama dalam komunikasi
bisnis, yaitu komunikasi bisnis verbal dan non verbal.
Demikian penjelasan singkat
terkait apa saja bentuk komunikasi bisnis yang ada di dalam ruang lingkup
komunikasi
Sumber
: http://pakarkomunikasi.com/bentuk-komunikasi-bisnis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar